Ekspansi perkebunan sawit membawa dampak positif terhadap kehidupan sosio-ekonomi masyarakat. Salah satunya mengubah pola pencarian nafkah petani dan meningkatnya kualitas pendidikan masyarakat sekitar. Namun, ekspansi lahan yang tidak terkendali juga berdampak pada lingkungan, salah satunya deforestasi lahan baik di gambut maupun di tanah mineral yang dapat meningkatkan emisi karbon di udara serta menipisnya ketersediaan air tanah.
pohon aren tumbuh baik mulai dari ketinggian 9m- 1400 dpl (terbaik di ketinggian 500-800 m dpl), Baiknya tanaman aren tidak dibudidayakan pada lahan produktif, akan tetapi diutamakan untuk ditanam pada lahan-lahan marginal, kurang subur. Misalnya lahan yang memang terlantar atau tidak diusahai, lahan tidur dalam jangka waktu yang sangat lama. Lahan yang karena kondisi topografinya yang berbukit, kemiringan tinggi atau terjal atau ditanam dekat dengan batas lahan milik, di pinggir daerah aliran sungai. Jika pertimbangan ekonomisnya lebih baik ditamani kopi atau tanaman lain, maka tanaman aren ini dapat ditanami sebagai tanaman pinggir, tanaman penyangga longsor tebing curam, atau sebagai tanaman tapal batas.
Pohon aren dapat pula ditumpangsarikan dan hidup berdampingan dengan pohon lain. Aren dapat bertumbuh subur di tengah perkebunan kopi, atau diselilingi pohon kayu hutan, tanaman buah yang sekaligus untuk tujuan investasi. Aren yang dikombinasikan dengan tanaman kayu huta atau buah dapat dianggap sebagai tanaman investasi kelak. Aren adalah jenis pohon yang ramah lingkungan. Dengan akarnya sedalam enam sampai delapan meter sangat efektif menarik dan menahan air. Oleh karenanya aren dapat tumbuh baik di dataran, lereng bukit, dan gunung
Dari berbagai riset menyatakan bahwa tanaman Aren bernilai ekonomis tinggi dan berpotensi dikembangkan. Hampir semua bagian pohon Aren bisa dimanfaatkan. Selain untuk dikonsumsi (seperti nira dan buah), produk pohon Aren dapat dimanfaatkan untuk pakan ternak (batangnya) untuk atap rumah (daunnya) sampai perlengkapan rumah tangga lainnya. Kisaran harga Gula Aren (gula merah) yang diproduksi Pabrik Gula Aren serta diekspor ke berbagai negara itu, sudah mencapai Rp. 96 Ribu Rupiah per kilogram (bandingkan dengan Karet yang hanya Rp 6 Ribu Rupiah). Belum lagi, jika nira Aren difermentasi, akan menghasilkan ethanol. Ethanol digunakan berbagai negara maju sebagai bahan bakar kendaraan bermotor pengganti bensin. Dengan membudidayakan Aren, terbuka juga lapangan pekerjaan, baik petani Aren itu sendiri, dan karyawan (jika telah dibangun pabrik Aren). Hebatnya lagi, mengkonsumsi gula Aren dapat memperpanjang angka harapan hidup sampai 12 Tahun.
Pohon aren dapat dikatakan tanaman perkebunan multiguna karena dimanfaatkan, baik berfungsi sebagai konservasi, maupun fungsi produksi yang menghasilkan berbagai komoditi yang mempunyai nilai ekonomi. Fungsi konservasi lahan dengan perakarannya yang dangkal dan melebar akan sangat bermanfaat untuk mencegah terjadinya erosi tanah. Demikian pula dengan daun yang cukup lebat dan batang yang tertutup dengan lapisan ijuk, akan sangat efektif untuk menahan kekuatan atau energi dari turunnya air hujan yang langsung ke permukaan tanah. Keuntungan lain dalam pengembangan jenis ini, tanaman aren tidak membutuhkan pemupukan yang intensif dan tidak terserang hama ataupun penyakit yang mengharuskan penggunaan pestisida sehingga aman bagi lingkungan
Pohon aren dapat pula ditumpangsarikan dan hidup berdampingan dengan pohon lain. Aren dapat bertumbuh subur di tengah perkebunan kopi, atau diselilingi pohon kayu hutan, tanaman buah yang sekaligus untuk tujuan investasi. Aren yang dikombinasikan dengan tanaman kayu huta atau buah dapat dianggap sebagai tanaman investasi kelak. Aren adalah jenis pohon yang ramah lingkungan. Dengan akarnya sedalam enam sampai delapan meter sangat efektif menarik dan menahan air. Oleh karenanya aren dapat tumbuh baik di dataran, lereng bukit, dan gunung.
Aren sebagai Pelestari Alam dan Pencegah Banjir
1. Pohon Aren memiliki kemampuan menahan terlama dan terbanyak volume air hujan di atas pohon, saat hujan (setiap batang pelepah daun bisa menahan 1-2 liter selama beberapa jam, pada umur 5-7 tahun memiliki pelepah dari pangkal batang sampai ke ujung pohon) sehingga memberikan waktu yang panjang untuk tanah di bawah pohon untuk dapat menyerap lebih banyak air, dan dengan sendirinya akan menyimpan air tanah yang paling banyak (penelitian sementara para profesor dan para peneliti geologist, Pohon Aren bisa menyimpan / menyerap 200 liter air – 10 galon minyak atau galon Aqua). Tak dipungkiri, ini berperan mencegah banjir.dengan kapasitas jaringan parenkim dan volume tubuhnya yang cukup besar untuk dapat menampung air. Adanya kutikula dan lilin akan menurunkan laju transpirasi sehingga air dapat tertampung dengan waktu yang lama. Sementara sistem perakaran yang kuat dan panjang hingga mencapai kedalaman 15 meter dapat memberikan kestabilan pada tanah, sehingga dapat mencegah erosi dan longsor
2. Bukan hanya menahan air, Pohon Aren sangat efektif menahan tanah. Ini karena Pohon Aren sangat dalam menancap di tanah (padahal untuk menanamnya gampang, dilempar saja bibit, apalagi di daerah tebing). Di Minahasa telah terbukti, sewaktu banjir dan tanah longsor melanda wilayah itu akhir Tahun 2000 lalu. Lokasinya teramati di Kecamatan Motoling Minahasa Selatan. Ada satu tebing di sebelah jalan, semuanya longsor, kecuali bagian tebing yang ada rumpun Pohon Aren. Jelas bahwa Pohon Aren kuat dan tegar menahan banjir dan tanah longsor.
3. Dengan sifatnya yang banyak menyimpan air, jelas dapat menyuburkan pohon atau tanaman lain yang ada di bawahnya atau disekitarnya. Jadi Pohon Aren dapat dijadikan tanaman perintis pada lahan gundul. Pohon Aren akan tetap tumbuh dan memberikan nilai ekonomis, meskipun nantinya telah tertutup dengan pohon lain yang tumbuhnya menyusul. Karena, Pohon Aren memiliki batas ketingian dan akan selalu tumbuh dan mati setelah mencapai umur ketinggian tertentu.
4. Dikatakan juga bahwa jika daerah yang banyak ditumbuhi oleh tanaman aren, akan muncul mata air mata air sebagai sumber air bagi masyarakat.
Prospek produksi gula dari nira aren sangat menggiurkan. Mari kita hitung: setiap 5-7 liter nira bisa menghasilkan 1 kg gula merah. Kalau setiap pohon aren menghasilkan 10-15 liter nira, berarti setiap pohon aren bisa menghasilkan antara 2-3 kg gula merah per hari. Kalau pohon aren ditanam secara intensif, misalnya dengan jarak tanam 5 x 10 meter persegi, untuk satu hektare lahan akan berisi sekitar 200 pohon aren. Seandainya hanya 50 persen saja yang bisa menghasilkan nira dan dikelola, maka akan didapat 50% x 200 pohon per hektare x 2-3 kg per pohon per hari; yaitu antara 200-300 kg gula aren untuk satu hektare kebun per hari. Jika harga gula aren Rp10.000 per kg (untuk gula aren grade A bahkan mencapai Rp15.000), maka dari lahan satu hektare bisa menghasilkan antara Rp2 juta sampai Rp3 juta setiap harinya. Setahunnya, bisa mencapai 1 miliar! Menggiurkan, bukan?
Itu baru dari gula. Nira aren juga sangat berpotensi sebagai alternatif pengganti bahan bakar fosil yang terus disedot dan bisa habis. Nira aren bisa diolah menjadi bioetanol. Serabut-serabut yang terdapat di tubuh pohon aren juga bernilai ekonomis. Rambut-rambut hitam yang dinamakan ijuk ini bisa dibuat menjadi alat pembersih (sapu, sikat), tali, peredam suara studio, bantalan lapangan bola, pembungkus kabel bawah laut, tempat memijah ikan, dan kerajinan tangan yang beraneka. Buah pohon aren yang biasa disebut kolang-kaling juga bukan makanan yang asing. Buah berbentuk bulat sebesar biji salak dan berwarna putih transparan ini selalu muncul di bulan puasa, sebagai minuman yang menyegarkan saat berbuka.Batang pohon aren juga bisa dimanfaatkan. Sagu aren didapat dari batang pohon aren bagian dalam. Bagian luar yang sudah tua yang keras bisa dibuat untuk kayu bahan mebel dan aneka peralatan dari kayu yang tidak kalah dibandingkan dengan kayu lain
Oleh: Reinnaas Amsyari Gunawan, S.TP
Penyuluh Pertanian Wilayah Binaan Alahan Nan Tigo
arenindonesia.wordpress.com/artikel-aren/
harian.analisadaily.com/lingkungan/news/pohon-aren-investasi-dan-konservasi-lahan